Google

Sunday, May 17, 2009

FRANCHISE GUIDE SERIES PRA SEKOLAH

Celaka tiga belas akan terjadi ketika pendidikan prasekolah dibisniskan, namun kenyataannya memang demikian. Pendidikan usia dini yang dikenal dengan PAUD itu memang sudah terkategori bisnis yang menggiurkan. Kini mata melihat bahwa di tanah air, utamanya diperkotaan, lebih khusus di zone perumahan elite tumbuh dan berkembang pendidikan Pra Sekolah, seperti Play Group dan Taman Kanak-Kanak. Konon siapa saja yang akan masuk harus inden dulu, bahkan kadang merelakan untuk menitipkan uang sebagai jaminan agar anak diterima di sekalah tersebut.
Sekarang sebuah fenomena membalik pikiran waras kita, yang dulu tabu sekarang berubah menjadi sesuatu yang dikata maju. Pendidikan sudah merangkak ke ranah yang lebih berada diposisi profit oriented. Kata franchiese yang populis dengan 'waralaba' tidak hanya untuk urusan kafe dan puja sera, Taman Kanak-kanak juga di waralabakan. Buku yang singgah di 'depo' ini membentang tentang cara/kiat atau strategi dalam invistasi terkait dengan pendidikan pra sekolah. Mulai dari ide sampai teknis yang rinci.
Data buku
JUDUL: Franchise Guide Series - PRASEKOLAH
PENULIS: Deden Setiawan
PENERBIT: Dian Rakyat. Jl. Rawagelam I/4 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta 13930. Telepon [021) 460 4444. Website: http://www.dianrakyat.co.id/
ISBN: 979-523-896-5
TEBAL :iv + 130 halaman
Manfaat membaca buku ini:
  1. Mengetahui tingkat kesuksesan Frannchise di Indonesia
  2. Mengetahui peran promosi dalam pengembangkan franchise
  3. Mengenal risiko-risko sistem franchise
  4. Mengetehui pera pemerintah dalam mengawasi sistem franchise
  5. Mengenal berbagai variasi usaha di bidang jasa umum
  6. Menganalisa situasi keungan franchise jasa umum

Wednesday, January 14, 2009

ANAKKU BISA

Mendidik anak di saat-saat momen terbaiknya dengan akrab, santai, namun penuh kekuatan untuk meraih kesuksesan
Cinta, kasih sayang adalah modal paling dahysat dalam membelajarkan anak. Buku ini menguraikan itu semua. Ada kesengajaan bahwa buku ini didesain untuk orang tua dan para guru, atau juga untuk pemerhati anak. Setiap bab bahasan menginformasikan sebuah cara yang harus dilakukan. Buku ini tidak menggurui, hanya mengalirkan sebuah cerita bermakna. Seperti yang dibahas pada bab 2 (Impian Terindah Anakku), membentangkan sebuah usaha mewujudkan cita-cita anak-anak sejak dini, orang tua harus menjadi tenaga pembangkit, mencoba-dan mencoba untuk mengenalkan profesi sejak dini. Apakah menjadi pilot pesawat udara, tentara, atau menjadi pegawai swasta. Tindaklanjut berikutnya adalah memperkenalkan proses perjuangan meriah impian, serta secara terus menerus mengingatkan tanpa kenal lelah.
Herry Prasetyo penulis buku ini mencoba menginspirasi orang tua, para guru, bunda-bunda pengasuh paud, bahwa cerita bermakna akan mampu menjadi pelecut suskses di masa akan datang.
Buku ini membahas kisah bermakna antara lain:
  • Benih-benih Cinta Kecil yang Indah
  • Impian Terindah Anakku
  • Si Kecil Temn Kita Kok!
  • Kupu-kupu Kecilku, Terbanglah!
  • Papa, Main "game" Dong!
  • Ayo, Nak, Kamu Bisa Kok!
  • Keinginanmu, Keinginanku,....
  • Bekal "Jangan" untuk Orang Tua
Data buku
JUDUL:Anakku Bisa!
PENULIS: Herry Prasetya
PENERBIT: Sketsa Inti Media. CV Talenta Media. Jl. H.Mandor Salim 40 RT 03/RW 02. Srengseng, Kembangan Jakarta Barat. Telp: 021-99561938.
ISBN: 978-979-18168-1-6
CETAKAN: I tahun 2008
TEBAL: 84 halaman

Friday, January 9, 2009

30 KIAT PRAKTIS MENDIDIK ANAK

Buku ini memaparkan kiat-kiat praktis berdasarkan pengalaman penulisnya ketika membelajarkan siswa di kelas. Seyogyanya guru itu tidak mudah marah, tidak berputus asa dan tidak bersikap masa bodoh. Tidak semestinya guru banyak memberikan hukuman ketika kondisi belajar mengajar tidak bisa tertib dan kegiatan belajar mengajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ketidaktertiban kelas mungkin disebabkan karena pelajaran yang diajarkan kurang menarik, karena cara membelajarkannya juga miskin variasi serta membosankan. Guru terlalu puas dengan metode yang kali ini sering digunakan. Asupan Gizi pengetahuan juga kurang, vitamin variasi, serta serbuk citarasa homuris yang minim, adalah rombongan virus pengahambat keberhasilan pembelajaran. Melalui buku ini semua virus akan ditebang habis.
Data buku
JUDUL : 30 Kiat Praktis Mendidik Anak
PENULIS: Wasid Asdi, S.Ag
PENERBIT:Hikayat Publishing. Jl. Lowanu No.55. Yoyakarta 55162. Telp. 0274-384830 E-mail : hikayat@arabia.com
ISBN: 979-26-0100-7
TEBAL: xii + 48 hlm. 11 x 17 cm

Tuesday, December 30, 2008

MENGELOLA PAUT [1] A. MARTUTI

MEMAHAMI 36 SIFAT PENDIDIK
YANG MENGAHAMBAT PEMBELAJARAN
Buku ini mencermati sifat pendidik yang acap kali melahirkan sikap menghambat pembelajaran, dikreasi dengan cantik oleh A.Martuti, bahkan disertakan halaman-halaman yang menggugah dengan tulisan yang tebal, sebagai tanda penekanan.
Sangat dianjurkan untuk dikoleksi para Guru TK, karena kehadiran sifat penghambat ini mengalir tidak terasa. Yang sangat di kawatrirkan justru menjadi habit, bahkan membatu menjadi budaya.
36 sifat penghambat itu diracik dalam bahasan dengan judul bab sebagai berikut:
  1. Mersa Diri paling Benar
  2. Merasa Paling Tahu
  3. Membiarkan Anak Merasa selalu Benar
  4. Banyak Melarang VS Menuruti Kemampuan Siswa
  5. Bukan Pendengar yang Baik
  6. Terburu-buru Mengambil Kesimpulan
  7. Memotong Pembicaraan Yang Belum Selesai
  8. Cenderung Memberi Hukuman Fisik
  9. Tidak Konsekuen dengan Kesepakatan
  10. Mudah Memaklumi
  11. Mudah Marah
  12. Mudah Menyerah dan Lembek
  13. Suka Berteriak dan Mengancam
  14. menakuk-nakuti Agar Anak Mau Menurut
  15. Mudah Terpancing
  16. Menekankan Kesalahan Lupa Mengahargai Prestasi
  17. Mengungkit-ungkit Kesalahan yang Sudah Lewat
  18. Berbicara Tidak Jelas
  19. Suka Mengungkapkan Sesuatu dengan Sindiran
  20. Terpaku pada Hasil, Kurang Menghargai Proses
  21. Mengajarkan Balas Dendam
  22. Suka Menggioda dan Mengolok-olok
  23. Suka Membanding-bandingkan
  24. Memanggil dengan Julukan yang Jelek
  25. Mengalihkan Perhatian
  26. Melempar Tanggung Jawab
  27. Beda Hati Beda Suara
  28. Tidak Bisa Menghargai Kekonyolan Anak
  29. Tidak Memberi Ksempatan Ankan Menyelesaikan Masalahnya Sendiri
  30. Tidak Memberi Rasa Aman Pada Anak
  31. Tidak Sabar Meladeni Keinginan Tahu Anak
  32. Membiarkan Anak Suka Memerintah dan Tidak Mandiri
  33. Tidak Peka pada Anak Berkebutuhan Khusus
  34. banyak Berjanji dan Selalu Mengualng-ngulan
  35. Tidak Menjaga Hubungan Erat dengan Anak Didik
  36. Memberikan Tanggung Jawab di Luar Batas Kemampuan Anak

Data Buku:

JUDUL: Mengelola Paud--Memahami 36 Sifat Pendidik Yang Menghambat Pembelajaran

PENULIS: A.Martuti

PENERBIT: Kreasi wacana- Perum Sidorejo Bum,i Indah [SBI] Blok F 156 Bantul. 55182. E-mail ; kreasiwcn@yahoo.com. website: http://www.kreasiwacana.com/

CETAKAN: Desember 2008

ISBN: 978-602-80001-19-9

TEBAL: x + 166


Tuesday, December 23, 2008

MEREDAM BULLYING-PONNY RETNO ASTUTI

Kita tentunya maklum, bahwa akibat Bullying itu membuat seorang-orang menjadi gundah gelisah, perasaan tertekan oleh karena pelaku bullying menguasai korban. Kondisi lanjutnyan adalah timbulnya kesakitan fisik dan psikologis, perecayaam diri [self-esteem] yang merosot, malu, trauma, tak mampu menyerang balik, serba salah, dan taku sekolah [school phobia], atau menderita ketakutan social [social phobia], bahkan cenbderung ingin bunuh diri.
Buku ini menawarkan solusi, dalam bentuk startegi pengentasan. Meneurut buku ini, strategi untuk mengatasi bullying itu antara lain:
  1. Staregi yang menekankan pada bukti nyata [factual evidence] dan rationale untuk perubahan [empirical-rational]
  2. Strategi yang melibatkan re-edukasi dan kesepakatan pada norma-norma baru [normative-re-educative]
  3. Strategi yang menekankan orang untuk berubah [power-corcive]

Dalam buku ini juga dipaparkan bagaimana upaya praktis dalam melakukan pengawasan, membimbing, dan melakukan intervensi dalam kasu bulyying.

  • Memberikan contoh bagaiman berteman baik;
  • Mermberikan contoh pada siswa untuk mampu mengontrol diri;
  • Memberikan penjelasan bahwa agresi kekerasn [violent aggression] tak dapat diterima;
  • Menghentikan setiap tindakan agresi secepatnya;
  • Melakukan identifikasi dan penyebutan [naming] atas efek agresi;
  • Menggambarkan/menjelaskan kondisi korban atas perilaku agresi
  • Mengajarkan pola hubungan yang empatik dan membimbing

Tentunya masih banyak hal yang lebih dahsyat di kupas tuntas buku ini. Sangat dianjurkan untuk dimiliki perpustakaan Taman Kanak-kanak, karena Guru yang dimodali pengetahuan tentang kekerasan [bulyying], akan lebih cepat mengatasi dan mengadaptasikannya. Ingat pula adigium ini “Lebih baik mencegah dari pada mengobati”, mengobat bullying itu sulit!!!!.

Data buku:
JUDUL: Meredam Bullying—3 cara efektif
PENULIS: Ponny Retno Astuti
PENERBIT:PT Grasindo.—Kompas Gramedia
TEBAL: xii + 140 hlm. 15 x 23 cm.
ISBN: 978-979-025-464-0
CETAKAN: I--2008

Sunday, September 14, 2008

BILA ANAK USIA DINI BERSEKOLAH

Anak usia dini ternyata juga dapat menyibukkan pikiran orang tua, apalagi ketika anak itu memasuki jenjang pra-sekolah. Setumpuk, bahkan segudang rayuan akan meluncur dari bibir sang orangtua agar anak mau bersekolah. Adakalanya mudah, namun adanya juga yang harus menuai kesulitan. Lebih sulit lagi jika anak kita sangat labil, artinya saat-saat tertentu anak-anak mogok.
Persoalan ini acapkali terjadi, dan setiap permulaan sekolah hampir dipastikan problema ini selalu muncul, seperti musiman.
Orangtua selalu memeras otak untuk masalah ini, kadangkala harus dibayar orang tua untuk cuti kerja, hanya untuk melancarkan rayuan agar anak mau masuk sekolah.
Kasus-kasus ini ternyata memberi perhatian khusus kepada seorang-orang Derry Iswindharmanjaya dengan kawan-kawannya untuk bersolusi, agar orang tua yang memiliki problem terkait kasus anak usia dini dapat diatasi. Solusi itu telah dibukukan, dan sangat dianjurkan untuk dimiliki pasangan keluarga muda, agar ketika mendapatkan problema anak akan cepat diatasi.
Data Buku :
JUDUL: Bila Anak Usia Dini Bersekolah
PENULIS: Derry Iswidharmanjaya,+ B. Sekarjati Svastiningrum
PENERBIT: PT Elex Media Komputindo—Kelompok Gramedia—Jakarta
ISBN: 978-979-27-2137-9
CETAKAN: I—2008
TEBAL: vii + 95
ISI BUKU :
  • Kesiapan Anak Usia Dini Untuk Memulai Pendidikan Formal
  • Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kemandirian Anak Usia Dini
  • Kasus-Kasus yang Terjadi Saat Anak Usia Dini Memasuki Lingkungan Sekolah
  • Tip-Tip untuk meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Menjelang Sekolah
  • Tiap menyiapkan Keyrampilan dan Mental Anak Usia Dini Sebelum Masuk Sekolah

Sadapan Ringkas:
[ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA]

Sebenarnya kesiapan dan kematangan seorang anak tergantung dari poa pendidikan dari rumah.
Orang tua adalah guru pertama untuk anak, sedangkan anak adalah pendidik terbaik bagi dirinya sendiri. Banyka orang tua khususnya di Indonesia yang berpikir bahwa anak-anaknya dapat mulai belajar ketika ia bersekolah. Karena itu, kebanyakan orang tua menyerahkan pendidikan sepenuhnya ada di tangan para pendidik di sekolah.
Pendpata tersebut tidaklah tepat sebaiknya diubnah, sebab hal itu akan berdampak buruk bagi perkembangan kecerdasan anak. Anda tidak perlu meunggu ketika Anda bersekolah untuk mengajarkan bersosialisasi, membaca atau berhitung. Dengan demikian ketika anak tersebut mulai bersekolah ia pun dapat menikmati tanpa rasa was-was.

RASA PERCAYA DIRI MENDONGKRAK KEMANDIRIAN:
Percaya diri adalah kepercayaan akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuann yang dimili serta dapat dimanfaatkan secra tepat. Karena itu, percaya diri dapat dikatakan sebagai modal dasar untuk mengembangkan kemampuan diri
Sikap over protective orang tua adalah pola sikap yang menjegal kemandirian anak sehingga anak menjadi seorang yang kurang percaya diri. Karena itu, mulaialah untuk menaruh kepercayaan pada anak Anda bahwa ia bisa melakukannya.

MOGOK—SCHOOL PHOBIA

Bosan dengan rutinitas sekolah, takut karena ada teman sekelas yang suka menggangu, bisa karena ada PR yang tidak terkerjakan, bahkan ada juga yang tanpa alas an, dapat juga membuat mogok sekolah.
Sebenarnya kasus mogok sekolah yang menimpa anak usia dini bida diatasi. Peran serta orang tua sangatlah vital. Orang tua sebenarnya berperan serta untuk meyakinkan bahwa anaknya nyaman dan aman berada disekolah.
Ingat! Jika anak masih bersikukuh mogok sekolah bahkan sudah menyebakan gejala kronis, seperti deeman, diare, atau mungkin batuk-batuk, anak tersebut telahmengalami school phobis. Ini adalah masalah yang cukup berat kerena menyanghkut sisi kejiwaan anak. Bila nantinya anak telah sembuh dari gejala fisiknya, untuk sementara dampingilah anak tersebut ketika ia kembali sekolah, hingga ia merasa yakin bahwa dirinya benar-benar merasa nyaman.

Friday, September 5, 2008

HARI PERTAMAKU DI SEKOLAH

Pemandangan yang sudah biasa terjadi, jika hari pertama murid baru Taman Kanak-Kanak masuk, jumlah muridnya berlipat dua hingga tiga kali. Keadaan ini karena di hari pertama murid baru selalu diantar oleh orang tuanya, bahkan nenek atau kekek ikut larut disuasana ini. Jelasnya mereka sebagai siswa belum siap untuk ditinggalkan. Orang pun maklum atas kejadian ini, karena pertama kali masuk sekolah, seorang anak harus berkenalan dulu dengan lingkungan yang baru, dan hal ini tidak mudah.
Dikatikan dengan hakikat sekolah taman-kanak-kanak itu, sesungghynya untuk menciptakan kemandirian ke jenjang skolastik, maka pemberian pembelajaran kepada siswa untuk mandiri adalah bagian proses. Di sinilah perlunya kerjasama antara orang tua dan sekolah, sehingga kemandirin untuk bersekolah segera terwujud.
Solusi cerdas atas problematika ini telah dipecahkan oleh Ery Soekresno dengan kawan-kawan, dari hasii pengamatan dan praksisnya terlahirlah buku berjudul “Hari Pertamaku Di sekolah”
Buku ini berisikan kiat-kiat bagaimana orang tua melatih anaknya agar mandiri alias bisa ditinggalkan ketika proses belajar mengajar berlangsung.
Data Buku :
JUDUL: Hari Pertamaku Di sekolah
PENULIS : Ery Soekresno-Sumarti. M. Tahhir dan Setyorini Pardiyati
PENERBIT: Read! Publishing Hpuse [Kelompok Mizan]. Jl. Cinambo No. 137 Cisaranten Wetan Bandung. 40294. Telp. [022] 7834315. E-mail : readpublishinghouse@yahoo.com
CETAKAN: I—2006
ISBN: 979-2828-17-X
TEBAL: 96 hlm: 19 cm
Kata kunci untuk orang tua: [Dua langkah yang harus dilakukan]

  1. Belajar mengatasi ketakutan terhadap ketidaktahuan anak tentang sekolah
  2. Belajar mengatasi ketakutan yterhadap perpisahan dengan orang tua

MENGATASI PERISAHAAN
Ada beberapa tahapan yang akan membatu anak dalam mengatasi perpisahan di hari pertamanya masuk sekolah:



  1. Tenang
    Tampilakan perasaan senang. Tersenyum, dan berilah anak ucapan salam dengan percaya diri. Apa pun reaksi anak, tetaplah tersenyum. Jangan tampilkan wajah cemas dan ragu
  2. Jangan Meninggalkan Anak Diam-diam. Jelaskan kepada anak, bahwa Anda akan meninggalkannya dengan ibu guru di sekolah. Ingat jika akan pergi, beri isyarat. Jangan beri ciuman. Jangan lkembali ketika mendengar anak menangis
  3. Biarkan Menangis:
    Rasanya tidak logis untuk meminta anak berhenti menangis. Biarkan anak menangis itulah ekspresi mereka
  4. Kembalilah Dengan Senyum
    Ketika orang tua dating menyemput, anak yang tadinya tenang munghkin akan menangis. Dia akan berlari lalu memeluk orang tua, lalu minta digendong. Atau, bisa jadi mereka malah mengabaikan orangtuanya. Kedua respon tersebut normal. Yang terpenting, orangtua harus tetap tenang dan ceria.