Google

Tuesday, May 19, 2009

MENDIRIKAN & MENGELOLA PAUD [Manajemen Adiministrasi & startegi Pembelajaran]

Arti penting pendidikan untuk usia dini telah menyita perhatian dunia, cukup beralasan karena sebuah bangsa tidak ingin kehilangan dirinya, melalui pendidikan dini identik dengan menyelamatakan banghsa di kelak kemudian hari. Lembaga internasional tertarik dengan pikiran tersebut sebagai bukti UNESCO menyisihkan perhatian khusus untuk masalah-masalah yang terkait dengan pendidikan usia dini. Seperti hasil identifikasi UNESCO yang memberikan empat pilar alasan tentang pentingnya pendidikan usia dini.
[Alasan Pendidikan]:
Merupakan fondasi awal dalam meningkatkan kemampuyan anak untuk menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi, menurunkan angka putus sekolah
[Alasan Ekonomi]:
Merupakan investasi yang menguntungkan bagi anak
[Alasan Sosial]:
Merupakan salah satu upaya untuk menghentikan roda kemiskinan
[Alasan Huklum/HAM]:
Merupakan hak setiap anak [sebagai warga negara] untuk memp[eroleh pendidikan yang dijamin negara
HAKIKAT PAUD DAN PRINSIP
[Hakikat]
Pendidikan usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian stimuli [rangsangan] pendidfikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lanjut
[Prinsip]
  • Berorientasi pada kebutuhan anak
  • Belajar melalui bermain
  • Lingkungan yang kondusif
  • Menggunakan pembelajaran terpadu
  • Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
  • Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar
  • Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang
TUJUAN PENDIDIKAN USIA DINI
Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia potensinya
Mengindentifikasi penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi penyimpangan, dapat dilakukan intervensi diri
menyediakan pengalaman yang beraneka ragam dan mengasyikkan bagi anak usia dini, yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi dalam berbagai bidang sehingga siap untuk mengikuti pendidikan pada jenjang Sekolah dasart [SD]
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAUD
Sosok utuh kompetensi profesional guru PAUD meliputi kemampuan:
  1. Mengenal anak secara mendalam
  2. Menguasai profil perkembangan fisik dan psikologis anak
  3. Menyelenggarakan kegiatan bermain yang memicu tumbuh kembang anak sebagai pribadi yang utuh
PENOPANG UTAMA KEBERHASILAN PAUD
[Pendidik]
Unsur pendidik dapat berasal dari orang tua, kader Posyandu, Guru, Pendiddik paud
[Pengelola]
Pengelala dari BKB, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga [PKK], tokoh masyarakat, Sanggar Kegiatan Belajar [SKB], Balai Pengembangan Kegiatan Belajar [BPKB], Lembaga Swdaya Masyarakat [LSM], Organisasi Wanita, dll
4 JENIS PIJAKAN [SCAFFOLDING] PENDUKUNG PERKEMBANGAN ANAK
[Pijakan lingkungan main]
pada pijakan ini sebelum anak datang, pendidik/menata alat dan bahan main sesuai kelompok usia anak. Alat bahan main yang akan digunakan disesuaikan dengan jadwal kegaiatan yang telah disusun
[Pijakan sebelum main (15 menit)]
pada pijakan ini pendidik dan anak duduk melingkar, pendidik memberi salam [say hallo]. Kemudian menyampaikan tema yang dibicarakan sekaligus menjabarkan aturan mainnya
[Pijakan selama 60 menit]
Pada pijakan ini guru melakukan pengamatan, serta diselingin contoh-contoh dalam penggunaan alat permainanan, sekaligus memberikan bantuan-bantuan tertentu [jika dibuituhkan]
[Pijakan setelah main (30 menit) ]
Pada pijakan ini guru melakuklan recalling guna melatih daya ingat anak.
......Itulah yang tersadap dari buku ini, kendati hanya sekelumit, setidaknya dapat digunakan sebagai acuan ketika akan melakukan pengelolaan. Masih banyak yang dibentangkan oleh buku ini, misalnya:
Pendekatan pembelajaran kecerdasan jamak [multiple intelligence]
Pembelajaran PAUD dengan pendekatan BCCT.
Data buku
JUDUL:Mendirikan dan Mengelola PAUD- Manajemen Administrasi & Strategi Pembelajaran
PENULIS: A.Martuti
PENERBIT:Kreasi Wacana. Perum Sidorejo Bumi Indah [SBI] BlokF No. 155 Kasihan Bantul 55182. Telp: 0274 9128113. E-mail: kreasiwcn@yahoo.com. Website : http://www.kreasiwacana.com/
ISBN: 978-602-8001-24-3
TEBAL: xv + 168

MANAJEMEN PLAY GROUP & TAMAN KANAK-KANAK

Memposisikan sebagai buku yang memberiokan bimbingan pada pendirian, pengelolaan, dan pengembangan Lembaga Sekolah Anak. Dibentangkan secara sekuensial mulai dari terminologi, apa, siapa dan bagaimana Paud. Dilema pengelolaan yang acap kali muncul diurai tuntas, bahkan berfikir ke masa depan sebagai paradigma global pengelolalaan juga disentuh buku ini.
Sangat disarankan sebagai bacaan pengkayaan mahasiswa S1 Paud, atau sebagai referensi bagi lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak.
Disamping pengelolaan/managerial buku ini juga memberikan pencerahan untuk membangun sebuah citra lembaga.
Terkait dengan pembelajaran buku ini membentangkan prinsip-prinsip pemebelajaran anaka TK, tentunya prinsip ini dimaksudkan sebagai acuan pengelolaan lembaga.
Data buku
JUDUL: Manajemen Play Group Dan Taman Kanak-Kanak
PENULIS: Jasa Ungguh Muliawan
PENERBIT: DIVA Press. Sampangan Gg. Perkutut No.325-B. Jl. wonosari, baturetno Banguntapan Yogyakarta. Telp: 0274-4353776, 7418727. E-mail: ircisod68@yahoo.com. Website: http://www.divapress-online.com/
TEBAL: 271 halaman
CETAKAN: Pertama Februari 2009
Yang dibahas:
Bab I
[Pendidikan Anak Usuia Dini]
Arti penting PAUD, Perbedaan Kelompok Berbain[Play Group] dan Taman Kanak-kanak [Kinder Garten], Dilema Pendidilam Parsekolah
[Prinsi-Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah]
Prinsip Ideologis, Prinsip Psikologis, Prinsip Realistis
Bab III
[Mendirikan Kelompok Bermain (Play Group] dan Taman Kanak-Kanak [Kinder Garten]
Legalitas, Tempat dan Lokasi Kegiatan, Tenaga Pengelola, Promosi dan Pemasaran
Bab IV
[Manajemen Lembaga Pendidikan Anak Prasekolah]
Pengertian, Prinsip-prinsip Pokok Pembelajaran, dan Manajemen Internal Prasekolah]
Bab V
[Sistem Administrasi Lembaga]
Sarana Birokrasi-Administrasi Sekolah dan Operasionalisasi Belajar Mengajar
Bab VI
[Kurtikulum Pendidikan]
Pengertian kurikulum, Kurikulum Pendidikan Taman Kanak-Kanak, dan Aspek-aspek Kurikulum Pendidikan Nasional Usia Dini
BAB VII
[Metode Pembelajaran]
Pengertian Metode Pembelajaran, Persiapan Mental, Psikologis dan Intelektual Guru, Rencana Pembelajaran, Metode Pembelajaran Ideal, Sumber-sumber Pembelajaran, dan Tema Pokok PAUD

Sunday, May 17, 2009

FRANCHISE GUIDE SERIES PRA SEKOLAH

Celaka tiga belas akan terjadi ketika pendidikan prasekolah dibisniskan, namun kenyataannya memang demikian. Pendidikan usia dini yang dikenal dengan PAUD itu memang sudah terkategori bisnis yang menggiurkan. Kini mata melihat bahwa di tanah air, utamanya diperkotaan, lebih khusus di zone perumahan elite tumbuh dan berkembang pendidikan Pra Sekolah, seperti Play Group dan Taman Kanak-Kanak. Konon siapa saja yang akan masuk harus inden dulu, bahkan kadang merelakan untuk menitipkan uang sebagai jaminan agar anak diterima di sekalah tersebut.
Sekarang sebuah fenomena membalik pikiran waras kita, yang dulu tabu sekarang berubah menjadi sesuatu yang dikata maju. Pendidikan sudah merangkak ke ranah yang lebih berada diposisi profit oriented. Kata franchiese yang populis dengan 'waralaba' tidak hanya untuk urusan kafe dan puja sera, Taman Kanak-kanak juga di waralabakan. Buku yang singgah di 'depo' ini membentang tentang cara/kiat atau strategi dalam invistasi terkait dengan pendidikan pra sekolah. Mulai dari ide sampai teknis yang rinci.
Data buku
JUDUL: Franchise Guide Series - PRASEKOLAH
PENULIS: Deden Setiawan
PENERBIT: Dian Rakyat. Jl. Rawagelam I/4 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta 13930. Telepon [021) 460 4444. Website: http://www.dianrakyat.co.id/
ISBN: 979-523-896-5
TEBAL :iv + 130 halaman
Manfaat membaca buku ini:
  1. Mengetahui tingkat kesuksesan Frannchise di Indonesia
  2. Mengetahui peran promosi dalam pengembangkan franchise
  3. Mengenal risiko-risko sistem franchise
  4. Mengetehui pera pemerintah dalam mengawasi sistem franchise
  5. Mengenal berbagai variasi usaha di bidang jasa umum
  6. Menganalisa situasi keungan franchise jasa umum

Wednesday, January 14, 2009

ANAKKU BISA

Mendidik anak di saat-saat momen terbaiknya dengan akrab, santai, namun penuh kekuatan untuk meraih kesuksesan
Cinta, kasih sayang adalah modal paling dahysat dalam membelajarkan anak. Buku ini menguraikan itu semua. Ada kesengajaan bahwa buku ini didesain untuk orang tua dan para guru, atau juga untuk pemerhati anak. Setiap bab bahasan menginformasikan sebuah cara yang harus dilakukan. Buku ini tidak menggurui, hanya mengalirkan sebuah cerita bermakna. Seperti yang dibahas pada bab 2 (Impian Terindah Anakku), membentangkan sebuah usaha mewujudkan cita-cita anak-anak sejak dini, orang tua harus menjadi tenaga pembangkit, mencoba-dan mencoba untuk mengenalkan profesi sejak dini. Apakah menjadi pilot pesawat udara, tentara, atau menjadi pegawai swasta. Tindaklanjut berikutnya adalah memperkenalkan proses perjuangan meriah impian, serta secara terus menerus mengingatkan tanpa kenal lelah.
Herry Prasetyo penulis buku ini mencoba menginspirasi orang tua, para guru, bunda-bunda pengasuh paud, bahwa cerita bermakna akan mampu menjadi pelecut suskses di masa akan datang.
Buku ini membahas kisah bermakna antara lain:
  • Benih-benih Cinta Kecil yang Indah
  • Impian Terindah Anakku
  • Si Kecil Temn Kita Kok!
  • Kupu-kupu Kecilku, Terbanglah!
  • Papa, Main "game" Dong!
  • Ayo, Nak, Kamu Bisa Kok!
  • Keinginanmu, Keinginanku,....
  • Bekal "Jangan" untuk Orang Tua
Data buku
JUDUL:Anakku Bisa!
PENULIS: Herry Prasetya
PENERBIT: Sketsa Inti Media. CV Talenta Media. Jl. H.Mandor Salim 40 RT 03/RW 02. Srengseng, Kembangan Jakarta Barat. Telp: 021-99561938.
ISBN: 978-979-18168-1-6
CETAKAN: I tahun 2008
TEBAL: 84 halaman

Friday, January 9, 2009

30 KIAT PRAKTIS MENDIDIK ANAK

Buku ini memaparkan kiat-kiat praktis berdasarkan pengalaman penulisnya ketika membelajarkan siswa di kelas. Seyogyanya guru itu tidak mudah marah, tidak berputus asa dan tidak bersikap masa bodoh. Tidak semestinya guru banyak memberikan hukuman ketika kondisi belajar mengajar tidak bisa tertib dan kegiatan belajar mengajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ketidaktertiban kelas mungkin disebabkan karena pelajaran yang diajarkan kurang menarik, karena cara membelajarkannya juga miskin variasi serta membosankan. Guru terlalu puas dengan metode yang kali ini sering digunakan. Asupan Gizi pengetahuan juga kurang, vitamin variasi, serta serbuk citarasa homuris yang minim, adalah rombongan virus pengahambat keberhasilan pembelajaran. Melalui buku ini semua virus akan ditebang habis.
Data buku
JUDUL : 30 Kiat Praktis Mendidik Anak
PENULIS: Wasid Asdi, S.Ag
PENERBIT:Hikayat Publishing. Jl. Lowanu No.55. Yoyakarta 55162. Telp. 0274-384830 E-mail : hikayat@arabia.com
ISBN: 979-26-0100-7
TEBAL: xii + 48 hlm. 11 x 17 cm

Tuesday, December 30, 2008

MENGELOLA PAUT [1] A. MARTUTI

MEMAHAMI 36 SIFAT PENDIDIK
YANG MENGAHAMBAT PEMBELAJARAN
Buku ini mencermati sifat pendidik yang acap kali melahirkan sikap menghambat pembelajaran, dikreasi dengan cantik oleh A.Martuti, bahkan disertakan halaman-halaman yang menggugah dengan tulisan yang tebal, sebagai tanda penekanan.
Sangat dianjurkan untuk dikoleksi para Guru TK, karena kehadiran sifat penghambat ini mengalir tidak terasa. Yang sangat di kawatrirkan justru menjadi habit, bahkan membatu menjadi budaya.
36 sifat penghambat itu diracik dalam bahasan dengan judul bab sebagai berikut:
  1. Mersa Diri paling Benar
  2. Merasa Paling Tahu
  3. Membiarkan Anak Merasa selalu Benar
  4. Banyak Melarang VS Menuruti Kemampuan Siswa
  5. Bukan Pendengar yang Baik
  6. Terburu-buru Mengambil Kesimpulan
  7. Memotong Pembicaraan Yang Belum Selesai
  8. Cenderung Memberi Hukuman Fisik
  9. Tidak Konsekuen dengan Kesepakatan
  10. Mudah Memaklumi
  11. Mudah Marah
  12. Mudah Menyerah dan Lembek
  13. Suka Berteriak dan Mengancam
  14. menakuk-nakuti Agar Anak Mau Menurut
  15. Mudah Terpancing
  16. Menekankan Kesalahan Lupa Mengahargai Prestasi
  17. Mengungkit-ungkit Kesalahan yang Sudah Lewat
  18. Berbicara Tidak Jelas
  19. Suka Mengungkapkan Sesuatu dengan Sindiran
  20. Terpaku pada Hasil, Kurang Menghargai Proses
  21. Mengajarkan Balas Dendam
  22. Suka Menggioda dan Mengolok-olok
  23. Suka Membanding-bandingkan
  24. Memanggil dengan Julukan yang Jelek
  25. Mengalihkan Perhatian
  26. Melempar Tanggung Jawab
  27. Beda Hati Beda Suara
  28. Tidak Bisa Menghargai Kekonyolan Anak
  29. Tidak Memberi Ksempatan Ankan Menyelesaikan Masalahnya Sendiri
  30. Tidak Memberi Rasa Aman Pada Anak
  31. Tidak Sabar Meladeni Keinginan Tahu Anak
  32. Membiarkan Anak Suka Memerintah dan Tidak Mandiri
  33. Tidak Peka pada Anak Berkebutuhan Khusus
  34. banyak Berjanji dan Selalu Mengualng-ngulan
  35. Tidak Menjaga Hubungan Erat dengan Anak Didik
  36. Memberikan Tanggung Jawab di Luar Batas Kemampuan Anak

Data Buku:

JUDUL: Mengelola Paud--Memahami 36 Sifat Pendidik Yang Menghambat Pembelajaran

PENULIS: A.Martuti

PENERBIT: Kreasi wacana- Perum Sidorejo Bum,i Indah [SBI] Blok F 156 Bantul. 55182. E-mail ; kreasiwcn@yahoo.com. website: http://www.kreasiwacana.com/

CETAKAN: Desember 2008

ISBN: 978-602-80001-19-9

TEBAL: x + 166


Tuesday, December 23, 2008

MEREDAM BULLYING-PONNY RETNO ASTUTI

Kita tentunya maklum, bahwa akibat Bullying itu membuat seorang-orang menjadi gundah gelisah, perasaan tertekan oleh karena pelaku bullying menguasai korban. Kondisi lanjutnyan adalah timbulnya kesakitan fisik dan psikologis, perecayaam diri [self-esteem] yang merosot, malu, trauma, tak mampu menyerang balik, serba salah, dan taku sekolah [school phobia], atau menderita ketakutan social [social phobia], bahkan cenbderung ingin bunuh diri.
Buku ini menawarkan solusi, dalam bentuk startegi pengentasan. Meneurut buku ini, strategi untuk mengatasi bullying itu antara lain:
  1. Staregi yang menekankan pada bukti nyata [factual evidence] dan rationale untuk perubahan [empirical-rational]
  2. Strategi yang melibatkan re-edukasi dan kesepakatan pada norma-norma baru [normative-re-educative]
  3. Strategi yang menekankan orang untuk berubah [power-corcive]

Dalam buku ini juga dipaparkan bagaimana upaya praktis dalam melakukan pengawasan, membimbing, dan melakukan intervensi dalam kasu bulyying.

  • Memberikan contoh bagaiman berteman baik;
  • Mermberikan contoh pada siswa untuk mampu mengontrol diri;
  • Memberikan penjelasan bahwa agresi kekerasn [violent aggression] tak dapat diterima;
  • Menghentikan setiap tindakan agresi secepatnya;
  • Melakukan identifikasi dan penyebutan [naming] atas efek agresi;
  • Menggambarkan/menjelaskan kondisi korban atas perilaku agresi
  • Mengajarkan pola hubungan yang empatik dan membimbing

Tentunya masih banyak hal yang lebih dahsyat di kupas tuntas buku ini. Sangat dianjurkan untuk dimiliki perpustakaan Taman Kanak-kanak, karena Guru yang dimodali pengetahuan tentang kekerasan [bulyying], akan lebih cepat mengatasi dan mengadaptasikannya. Ingat pula adigium ini “Lebih baik mencegah dari pada mengobati”, mengobat bullying itu sulit!!!!.

Data buku:
JUDUL: Meredam Bullying—3 cara efektif
PENULIS: Ponny Retno Astuti
PENERBIT:PT Grasindo.—Kompas Gramedia
TEBAL: xii + 140 hlm. 15 x 23 cm.
ISBN: 978-979-025-464-0
CETAKAN: I--2008