Google

Saturday, January 29, 2011

PENGEMBANGAN MULTIPLE INTELEGENCE MELALUI METODE YANG DIWARNAI BERMAIN (KARYA NI NYOMAN WIDAYANTI)


PENGEMBANGAN MULTIPLE INTELEGENCE

KEMAMPUAN INTERPERSONAL YANG DIWARNAI BERMAIN

Oleh : Ni Nyoman Widayanti

NIM : 09 909 0092

Permainan : Bersama Kita Bisa

Tujuan Permainan :

- Membentuk jiwa kerja sama antara satu anak dengan anak yang lain.

- Melatih anak – anak untuk menerima kelebihan dan kekurangan masing – masing

- Melatih anak – anak untuk menjadikan kelebihan sebagai kekuatan kelompok.

- Melatih anak – anak menggunakan kelebihan orang lain untuk melengkapi kekurangan diri sendiri.

Waktu Permainan : Sekitar 30 – 60 menit.

Persiapan :

- Persiapan pemandu

- Peserta 10 – 20 orang

- Balon sekitar 5 buah

- Pohon berjejer sekitar 5 buah

Teknis Permainan :

- Peserta anak – anak berdiri dengan membentuk lingkaran yang besar.

- Pemandu berdiri di tengah – tengah lingkaran.

- Anak – anak dibagi kedalam beberapa kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 5 orang anak.

- Pemandu memberikan gambaran permainan bahwa anak – anak akan bermain peran yang berbeda – beda, yaitu :

* Satu anak buta alias tidak bias melihat.

* Satu anak tuli alias tidak bias mendengar.

* Satu anak bisu alias tidak bias bicara.

* Satu anak hanya punya satu tangan.

* Satu anak hanya punya satu kaki.

- Tugas anak – anak adalah mengambil balon dengan jarak sekitar 30 meter dari hadapan mereka.Balon tersebut digantungkan oleh pemandu pada pohon sedemikian rupa, sehingga untuk mengambilnya tidak bias dijangkau dengan tangan sendiri.

- Anak – anak dalam satu kelompok harus mengambil balon tersebut, tapi tidak boleh sendiri. Mereka harus maju bersama – sama dari garis start menuju ke pohon untuk mengambil balon , lalu kembali lagi ke tempat semula dengan tetap bersama – sama.

- Keberhasilan kelompok adalah ketika anak – anak berhasil membawa balon tersebut dari pohon tanpa membuat mereka bercerai berai.

- Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling cepat membawa balon ke tempat semula.

- Jika di tengah jalan kelompok bercerai berai, mereka harus mengulang ke titik start lagi.

- Untuk menyemangati, pemandu sebaiknya mengucapkan kata – kata yang penuh semangat atau tepukan penyemangat..

Saturday, December 25, 2010

DUA BESAR PENDIDIK ANAK-ANAK

Wednesday, June 16, 2010

BAGAIMANA BUNDA BER BCCT?

Penggunaan Pendekatan BCCT atau Pendekatan Sentra dan Lingkaran yang diadopsi dari Creative Center for Chilhood Research and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida, Amerika Serikat dimaksudkan untuk memperbaiki praktek penyelenggaraan PAUD yang masih banyak terjadi salah, kaprah alias “keliru seru”, nah para pendidik PAUD dan yang mulai para Bunda harus ikut berobat dan bertobat memperbaiki. BCCT adalah obat yang saat ini dianggap paling mujarab. Jika ingin lanjut sila klik.BCCT

Sunday, February 14, 2010

101 CARA UNTUK MENUNJUKKAN CINTA KEPAD ANAK


Tuesday, January 19, 2010

PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK

ZAINAL AQIB:
Beberapa buku telah dikereasi, kini buku terkait dengan usia dini disentuh oleh Zainal Aqib. Buku ini membentangkan bagaimana dan mengapa pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Terkait dengan dunia anak pembelajaran harus memberikan respon yang khusus karena disamping usia faktor psikologis juga harus dihitung. Misal ketika seorang guru merencanakan pembelajaran, kemudian bagaimana implementasinya, terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati. Buku ini memberikan solusinya.
Prinsip pembelajaran di TK menurut buku ini:
  • Bermain sambil belajar seraya bermain
  • Pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan anak
  • Pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak, baik fisik maupun psikologis secara optimal
  • Pembelajaran terpusat pada anak, guru sebagai pembimbing dan fasilitator
  • Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik
  • Pembelajaran yang bercitarasa, aktif, efektif, inovatif, dan menyenangkan
  • Mengembangkan kecakapan hidup
  • Didukung oleh lingkungan yang kondusif
  • Pembelajaran bermakna
  • Pembelajaran bernuansa dialogis
Itulah prinsip pembelajaran yang dikededpankan di TK, ternyata Guru harus membekali diri pemahaman tingkat keunikan siswa.
Selanjutnya buku ini juga membentangkan Azas-azas pembelajaran untuk anak TK. Adapun azas yang dimaksud.
  1. Azas Apersepsi [perhatikan pengalaman awal]
  2. Azas Kekonkretan [ingat usia dini membutuhkan berpikir konkret]
  3. Azas Motivasi
  4. Azas Bekerja Sendiri
  5. Azas Kerjasama [Kooperatif]
  6. Azas Individualisasi
  7. Azas Korelasi
  8. Azas Belajar Seumur Hidup
Tentunya masih banyak lagi yang dibentangkan buku ini, namun yang dianggap manarik dari buku karya Zainal ini adalah Lampiran yang memuat Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Taman Kanak-kanak, Serta lampoiran KTSP untuk TK
Data buku
JUDUL: Belajar dan Pembelajaran di Taman Kanak-kanak
PENULIS: Zainal Aqib
PENERBIT: Yrama Widya. Jalan Permai 28 No. 97-100. Telp [022] 5403518-5403533. E-mail: yramaredaksi@gmail.com. http://www.yrama-widya.co.id/ yramawidya@indo.net.id
ISBN: 978-979-543-800-7
TEBAL: 104 halaman: 12,5 x 19 cm
CETAKAN: Pertama 2009.

Sunday, December 20, 2009

INSPIRING EDUCATION PAUD

Layaknya sebagai buku pengurai masalah [problem solving), sangat meneladani, dapat digunakan sebagai master dalam pembelajaran. Sungguh cocok jika dikonsumsi para calon guru TK alias mahasiswa Program Studi PAUD. Merupakan kumpulan cerita nyata, dan dari endusan cerita melahirkan sebuah solusi. Uniknya buku ini adalah adanya resep-resep pembelajaran yang sangat praktis, bukan teoritis bukan konseptual namun sudah masuk level actual. Rupanya yang ada di buku ini sudah disemai dalam aksi dan secra empiris telah teruji.
Di susun oleh seorang-orang dosen progdi PAUD UNJ Jakarta.
Sedang sumber berita dari berbagai kejadian atau pengalaman yang terfokus pada persoalan mengatasi problem pembelajaran anak Usia dini.Penyajiannya tergolong enak dinikmati, karena menggunakan bahasa dialog seperti percakapan sehari-hari. kendati demikian tidak mengurangi sedikit pun nilai ilmiahnya.

Tuesday, July 14, 2009

PAUD MELEJITKAN POTENSI ANAK DENGAN PENDIDIKAN USIA DINI

Usia anak adalah usia emas, saat yang paling tepat untuk menanamkan segenap pemahaman awal pengetahuan, mulai etika dan pembiasaan hidup sehari-hari, hingga mampu beriteraksi dengan sesamanya. Pemerintah mulai punya hati untuk kesempatan ini, dan sadar bahwa anak adalah pewaris negeri, oleh karena pembekalan pengetahuan sejak dini akan menorehkan kemampuan emosi cinta negeri.
Melalui PAUD semuanya akan terjawab, undang-undang menyuarakan, bahkan pemerintah menganggarkannya. Masyarakat merespon, semuanya berlomba di ranah ini, namun ketika berjalan ternyata banyak yang belum cukup modal di ranah ini.
Buku ini akan menutup kekurangan yang dialami masyarakat terkait dengan pendidikan usia dini, menyajikan solusi dengan membentangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Seluk beluk PAUD
  • Prinsip dasar
  • Pengembangan Kurikulum
  • Komponen Program
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi PAUD
Data buku
JUDUL: PAUD Melejitkan Potensi Anak dengan Pendidikan Sejak Dini
PENULIS: M.Hariwijaya & Bertiani Eka Sukaca
PENERBIT: Mahadhika Publishing. Jl. Kaliurang KM.9 Yogyakarta.
ISBN : 978-979-19436-1-1
CETAKAN: I- Juli 2009
TEBAL: 152 halaman 14 X 21 cm
SADAPAN RINGKAS PILIHAN:[Tentang Pengembangan Kurikulum]
Berikut akan disadap yang terkait dengan "Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum".
Menurut buku ini prinsip kurikulum yang dikembangkan di harapkan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Kurikulum harus bersifat luas
Artinya kurikulum harus memberikan pengalaman belajar yang dapat mempengaruhi perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan
Kurikulum dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap
Kurikulum harus memberikan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program juga harus menggunakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan
Melibatkan anak didik, orang tua dan masyarakat.
Orang tua merupakan pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu perang orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat urgen. Keterlibatkan masyarakat dimaksudkan agar memberikan perlindungan dan kenyamanan pada lingkungan sekitarnya.
Kurikulum mampu melayani kebutuhan Individu anak
Kurikulum dapat memberikan kemampuan untuk dapat menykupi segala kebutuhan, minat setiap anak. Jadi anak dapat tumbuh berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan
Kurikulum dapat mencukupi kebutuhan dan nilai masyarakat
Kurikulum harus dapat memberikan kebutuhan setiap anak sebagi anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat. Konsekuensinya anak dapat memahami keadaan lingkungan sekitar.
Sesuai dengan standar kompetensi anak
Standar kurukulum yang dikembangkan harus dapat mengacu pada kompetensi anak. Standar Kompetensi sebagai acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak
Dapat memberikan layanan anak berkebutuhan khusus
Seharusnya kurikulum tidak hanya digunakan untuk anak yang normal namun seharusnya juga diberikan kepada anak yang berkebutuhan khusus. Apalagi anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan layanan ekstra dari pada anak yang normal
Menjalin hubungan dengan keluarga dan masyarakat
Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaiman membangun sinergi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan tercapai
Memberi perhatian tentang kesehatan dan keselamatan anak
Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah
Mengembangkan prosedur Pengelolaan Lembaga
Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen/pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia sangat penting dalam peningkatan pendidikan . Kurikulum hendaknya dapat menggambarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga
Penyediaan Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana begitu penting dalam instrumen pendidikan. Kurikulum yang baik adalah dapat menggambarkan penyediaan sarana dan prasarana yang dimiliki lembaga.